Rabu, 01 Februari 2017

Kelas Inspirasi Blitar 3 : Catatan kecil dari SDN Balerejo 1 Wlingi - Blitar


Blitar, 11 November 2016

Kelas Inspirasi Blitar,
Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi.


Itulah jargon dari kelas inspirasi (Blitar) yang didirikan oleh alumnus Indonesia Mengajar di nusantara. KIB (Kelas Inspirasi Blitar) ini memasuki usia yang ke-3 di tahun 2016. Dilansir oleh salah satu jejaring media sosial, program inspirasi ini banyak menarik minat para inspirator-inspirator baik dari daerah setempat maupun luar kota. Mereka datang dengan embel-embel profesi atau pekerjaan yang mereka geluti saat ini.

Saat hari inspirasi berlangsung, saya bertugas sebagai relawan dokumentator, khususnya bidang video. Memasuki halaman sekolah SDN Balerejo 1 Wlingi, perasaan canggung, grogi atau gugup ada dibenak. Tak biasanya perasaan seperti ini datang, toh pekerjaan sampingan saya memang sebagai videographer (Baca: Tukang Soteng). Akan tetapi, memasuki ranah lembaga pendidikan seperti ada sesuatu yang beda, jelas sangat beda situasinya. Mereka (anak-anak SD) menganggap kakak-kakak relawan Kelas Inspirasi Blitar sebagai Guru dalam sehari.

Titipan dari Panitia KIB #3,

Kesan : Animo yang sangat luar biasa, baik dari Relawan KI maupun dari pihak sekolah

Pesan : - Mohon dipertimbangkan lagi aturan teknis maupun non teknis Dokumentator
             - Perlu adanya pelebaran tempat inspirasi, khususnya di kawasan Blitar Selatan

Teaser


Full Video HD


Rabu, 09 November 2016

Kilas balik : Ujian pentas UKM Seni

Pertengahan tahun ini, salah satu program dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) seni adalah pentas ujian (uji nyali & mental) berdasarkan minat dan bakat dari masing-masing anggota UKM. Selaku koordinator acara (dalam dunia pertelevisian sering disebut Pengarah Acara), aku berupaya membuat kemasan serta isi dari pentas ujian itu tidak setegang seperti ujian SIM, UAN, maupun ujian HidupMu. Wajar dong, namanya juga 'ujian' harus dipersiapkan matang-matang dari perijinan tempat, publikasi, pengisi acara hingga konsumsi. Ujian pentas UKM Seni edisi kali ini mengundang 3 pemateri, dari divisi musik menghadirkan musisi kondang beraliran rock metal kenamaan di tlatah Jogja dan sekitarnya yakni Bowie THDLS. Kedua, dari divisi teater mengundang saudara Anes Prabu Sadjarwo. Ketiga, Sari Widianingrum penari dari lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.




Pentas ujian ini benar-benar tegang, bagaimana tidak, jam sudah menunjukkan pukul 10.10 wib kursi peserta (masih) nampak kosong mlompong. Entah karena publikasi yang terlalu mepet dengan hari H atau memang acara ini tidak menarik minat pengunjung. Sebagai koordinator acara, pusing dong dengan situasi yang demikian. Time schedule udah tersusun rapi bak on air di stasiun lempuyangan, lha kok malah (hampir) ndak ada sama sekali peserta workshop yang datang.

Cerita lain, entah ini dianggap pamer kemampuan atau sebagai catatan kehidupan, masalah sebagai koordinator acara selesai. Kemudian masalah lain lagi datang - walaupun terbiasa dengan jobdesk ini - tukang putar potensio meter mixer (soundman) tidak ada. Efek jari & telinga yang sangat gatel dengan suara kemlonthang dalam Auditorium seakan kambuh dan rasanya ingin sekali mempelintir satu persatu potensio & tombol sakti itu.


Mixer yamaha bertipe MG....,
Ya, itulah mainanku selama pentas ujian UKM Seni berlangsung. Mentahan tanpa aksesoris semacam equalizer, driver audio, dst, membuat suara menyesuaikan dengan gedung. Otomatis tidak perlu terlalu kencang, namun renyah atau kriuk (bahasa soundman DB Surabaya) saja. Sekian kicauan sekilas tentang ujian pentas UKM Seni, salam nyeni !!

Sabtu, 18 Juni 2016

BUPSS Edisi Ramadhan: Aksi Sosial di Panti Asuhan Rumah Sajada

Vakum beberapa bulan (lebih tepatnya 4 bulanan) dari kegiatan menulis cerita, artikel, kritikan, maupun curhatan, membuat jari ini seakan kaku ketika mengetik di papan keyboard. Tulisan dibawah ini bagian dari pengingat sejarah untuk masa mendatang.

DiriMu yang kaku,
Memandang sebelah mata perjuangan tanpa lelah dari seorang pemuja rahasia,
Kau acuhkan orang lain demi harga diriMu,
DiriMu yang superior dan berbandrol mahal mematahkan sesosok pemuja rahasia.

Sepenggal puisi kegundahan mengawali tulisan edisi Aksi Sosial teman-teman Awardee 2015 Beasiswa Unggulan. Hari ini, jumat 17 juni 2016 kami keluarga besar Awardee BUPSS Region Jomblokerto, eh Joglokerto (Jogja, Solo & Purwokerto) mengadakan Aksi Sosial di sebuah Panti Asuhan di daerah Godean, Sleman. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari rasa syukur kami terhadap apa yang diberikan oleh Allah S.W.T dengan cara berbagi sesama umat Nabi Muhammad S.A.W. 

Singkat cerita, Aksi Sosial ini buah hasil dari celotehan maupun angan-angan kecil dari saya, Frenita (Princess BUPSS), dan Fitria (Si Pegiat Media Sosial) ketika kami bertiga kumpul untuk sekedar bercanda tawa. Kegiatan yang kami lakukan ini memanglah sudah terlalu mainstream di telinga masyarakat, akan tetapi tidaklah adil jika hanya melihat sisi mainstream-nya saja. Dengan waktu yang mepet, kami berusaha merapatkan barisan dan berbagi tugas masing-masing. Tentunya konsep acara harus dimatangkan, tidak asal-asalan beraksi tanpa konsep. Masalah demi masalah kami lalui dengan curhatan, diskusi, sekaligus bullyan melalui media sosial whatsapp. Masalah yang paling disorot tentunya soal tempat atau sasaran dari berbagi paket buka puasa. Awalnya, kami memilih lokasi Pasar Beringharjo sebagai lokasi sasaran kami, ada beberapa donatur yang mempertanyakan pemilihan lokasi tersebut.

Kami mencoba untuk berdiskusi lagi dari mulai sahur hingga menjelang buka puasa, hal dilakukan secara intens selama 5 hari berturut-turut. Tatap muka hanya pada saat uneg-uneg dan eksekusi langsung di lapangan. Akhirnya tiba di hari H, lokasi sasaran yang berubah membuat kami berdiskusi kecil soal konsep acara yang nantinya akan kami lakukan di lokasi. Namun apadaya, konsep-konsep maupun bayangan tersebut sirna seketika, ketidakdisiplinan salah satu dari anggota yang menjadi penyebabnya. Jalanan macet, maklum menjelang buka puasa, serta ketidaktahuan lokasi Panti Asuhan secara pasti.


Dari kiri : Hasyrul, Ida, Vivi, Frenita, Zulfah, Abbas, Fitria, Dwi Okta, Risa, Saiful



Berbagi ceria dimana saja,
Sepenggal kalimat pendek yang penuh makna, arti penting sekaligus menginspirasi (bisa) orang lain. Pernah saya tulisan dalam caption di instagram pribadi saya.
Jika kamu terlalu sibuk dengan duniaMu, kapan kamu memikirkan surgaMu.
Luangkan waktuMu sejenak untuk membuat orang lain tersenyum, bagaimanapun caranya.
Kecakapan seorang Bos terlihat dari bagaimana Anak Buahnya bekerja.

Senin, 08 Februari 2016

Tambah Tuo: Dewi (Buntal) Cimpluk

Hari ini,
hari yang kau tunggu  
Bertambah satu tahun,
usiamu,Bahagialah slalu

***II***

Smoga Tuhan,
melindungi kamu 
Serta tercapai semua angan dan cita citamu 
Mudah mudahan diberi umur panjang 
Sehat selama lamanya..

Sepenggal lirik lagu karya grup band kawakan Tanah Air, biasa dibawakan di acara ngamperne neton, atau lebih dikenal dengan ulang tahun. Tidak ada kejutan maupun hadiah untuk salah satu kolega, kerabat, teman curhat, bolo kentel, yang satu ini. Dewi Buntal, beliau akrab dipanggil beberapa kawannya ketika beliau masuk dibangku perkuliahan. Entah bagaimana asal muasal perempuan kuat nan hebat ini dipanggil Dewi Buntal.
 
Dewi Rahmawati, itu nama aslinya yang sesuai dengan KTP. Dara yang lahir di Kabupaten Blitar pada 8 februari 1991 ini sekarang sedang menjalani pengabdian masyarakat dalam program Indonesia Mengajar. Perempuan ini dikenal kuat dan tegas, namun memiliki sifat humoris juga. Beliau semasa kuliah di bangku S1, merupakan Presiden BEM pertama perempuan yang ada di kampusnya. Maklum, dari semester awal beliau giat berorganisasi baik di tingkat Fakultas maupun Institut. Kegiatan berorganisasi itulah yang menjadi penyebab molornya masa studi beliau.

Perempuan penyuka kopi ini, pernah kerja bareng dengan penulis dalam naungan yayasan yang sama, program yang sama, tapi berbeda lokasi. 7 tahun sudah mengenal beliau semenjak kenal di waktu penjaringan mahasiswa baru di SMA Talun, berlanjut satu kelas di program studi yang sama, serta bekerja di tempat yang sama. Hari ini kau telah bertambah usiamu, semoga ambisi, cita-cita serta rezim idealismemu dapat segera terwujudkan. Selamat ulang tahun BuDe, semoga menjadi berkah dan sehat selalu.

Salam dari Kota Pelajar,

Minggu, 07 Februari 2016

Solo Pekan Ini: Hegemoni Imlek

Gong Xi Facai !!
Merupakan ucapan bagi kaum yang sedang merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun ini, Tahun Imlek memasuki usia yang ke 2567. Lampion, Hiasan aneka khas Imlek menghiasi hampir di seluruh jalanan Kota-kota besar di Negeri yang penuh mimpi, tidak terkecuali di Kota Solo. Solo yang identik dengan Spirit Of Java atau lebih dikenal Kota Budaya, tidak luput ikut larut dalam perayaan Imlek tahun ini. Acara perayaan Imlek tahun ini berpusat di depan Pasar Gede dan sepanjang jalan Jenderal Soedirman. Untuk tahun ini, area perayaan Imlek diperluas juga ke halaman Benteng Van........tolong di isi sendiri. Bahkan, Kota Solo memperingati tahun baru Imlek dengan mengadakan Festival bertajuk Solo Imlek Festival.

Sabtu malam kemarin mencoba untuk melihat langsung kemeriahan festival. Depan pasar gede dipenuhi oleh lautan kawula muda kekinian yang hobby selfie, maklum, spot semacam ini hanya ada setahun sekali. Akan tetapi, untuk mencapai lokasi tujuan harus berjuang melawan kemacetan yang mengular sampai di pintu perlintasan kereta api. Kendaraan baik roda 2 maupun 4 tidak bisa mendekat secara langsung, karena lokasi parkir hanya disediakan di utara, timur dan barat Benteng. Alhasil, banyak sekali kendaraan roda 2 yang parkir liar di sepanjang jalan Jenderal Soedirman demi mengabadikan moment bersejarah dalam hidupnya. Hegemoni Imlek yang luar biasa jika dibandingkan dengan Tahun Baru Hijriyah yang hampir tidak ada kemacetan di sepanjang jalan layaknya perayaan Imlek, tidak ada diskon maupun promo di pusat perbelanjaan, tidak ada diskon naik kereta maupun pesawat.

Kamis, 04 Februari 2016

This memories


Sugeng (B)dayu warga Concat,
Raymond Williams dalam teorinya mengungkapkan bahwa budaya itu merupakan keseluruhan di dalam hidup. Dalam budaya Jawa ada pepatah yang mengatakan "Urep mung mampir ngombe, tapi lihat-lihat dulu apa yang ia minum. Dunia maya (bukan cucum) pun juga mempunyai kehidupan, kehidupan yang semu, penuh kenangan.

Facebook sangat perhatian di dalam dunia maya, kenangan-kenanganku saja dibikin video pendek gaes, perhatian yang luar biasa, mengalahkan perhatiannya kasir indomlar*t. Setiap kali membuka facebook, kalian pasti juga akan dibikinkan kenangan-kenangan yang pernah kamu unggah. Namun, itu semua tidak berlaku seterusnya, nganggo bosen barang, coba simak kenanganku.

https://www.facebook.com/Abbaz.Fauzy/videos/1109850645705971/?pnref=story

Kalau tidak bisa dibuka, bisa search dan dilanjutkan add "Abbas Fauzi".
Atau follow Instagram @abas_dj disini banyak kenangan loh,

Rabu, 03 Februari 2016

(Masih) di BUPSS

Dua postingan sebelumnya aku tulis di 7 Cemara Jakal dan Telkom Kotabaru, kali ini aku berada di perpustakaan World Bank UGM.

Selamat sore pemburu wifi gratisan,
Edisi tulisan kali ini masih seputar grup BUPSS yang hari-harinya menemaniku dalam sepinya relung hati, eits. Selalu ada yang menarik dalam grup yang di mediai oleh whatsapp tersebut, dini hari tadi salah seorang aktivis grup chapter Jkt curhat mengenai tetangga atau kawannya yang sedang di guna-guna oleh orang lain. Beliau curhat meminta bala bantuan kepada member grup, dan bertanya dimana tempat penyembuhan orang yang terkena guna-guna, katakanlah seperti itu ceritanya. Helloww...ini tempat orang-orang yang berpikir akademis keles, member yang menjawab hanya 2 orang termasuk aku, karena ia curhat di tengah malam dan kebetulan aku sedang lembur nonton MU vs Stoke City.

Berbicara mengenai guna-guna identik dengan yang namanya dukun, hal ini semacam terdapat relasi kuasa serta ekonomi politik di dalamnya. Ibarate dukun yang mengguna-guna dengan yang menyembuhkan bisa saling komunikasi dua arah, ah sudahlah. Membahas tentang dukun, dukun cinta/dukun cabul, pasti berhubungan dengan hal-hal yang bersifat mistis, jaman rikolo bendu nama dukun sangat nge_hits layaknya Via Vallent, dangdut maneh, Next..

Oiya, ada salah seorang responden  memprotes review yang aku tulis kemarin. Ia adalah si Fi, yang aku tulis sebagai perempuan mungil dan bawel, eh. Perempuan ini sebenarnya mempunyai kebiasaan layaknya customer service, tapi ia tidak mau dikatakan sebagai customer service. Kenapa bisa begitu? coba bayangkan saja, 98 orang member grup BUPSS ia japri semuanya. Isi japrinya sebenarnya demi kebaikan member-member grup, tapi kadang keblabasan membahas soal asmara yang mengarah pada masalah jodoh. Ia mengeluh ke aku soal postinganku, begini isinya"kamuuh gaa da sama sekali muji akuu", aku menjawabnya dengan "pujian itu ga' hrus dg kata2 sja, bisa dgn perilaku maupun sikap". Fi sebenarnya memiliki pribadi yang bakoh dalam menjalani kerasnya kehidupan Jkt. Berangkat kerja dengan naik sepeda motor sendirian (salahmu dewe gak ndang nikah) dari kost'an ke tempat kerja ia tempuh kurang lebih selama 1,5 jam. Sosok yang gampang penasaran ini sebentar lagi akan menginjak usia yang ke 25 (semoga salah), itu pertanda sudah pengalaman secara umur. Hahaha...


Selasa, 02 Februari 2016

Bedah profil

Sore Jomblowan lan Jomblowati,

Adem, Dewean, Kebleteng, lan Ngelih.
4 kata dalam 1 paket hemat ini sudah sering menghinggapi diriku ini. Tulisan ini aku buat di wifi.id corner telkom Kotabaru, sembari menunggu hujan yang tidak kunjung berhenti.  Teringat akan janji kemarin, edisi tulisan kali ini aku akan membuka satu persatu profil dari responden yang beberapa jam lalu aku publikasi.

Oke gaes, kita mulai dari komentar yang paling pertama.

1. Am : Perempuan berdarah batak ini adalah salah seorang responden yang langsung merespon isi kuesioner yang aku sebar. Beliau sekarang sedang menempuh pendidikan master di Kota Buaya, eh Surabaya 🙊. Perempuan ini merasa mendapatkan keluarga baru dalam grup BUPSS, ia selalu aktif jika ada pembahasan soal asmara, baik pernikahan, jomblo, gagal move on dan lain sebagainya.

2. Id : Wanita khas Jateng, berhijab, memiliki fisik yang tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi. Beliau sekarang sedang menempuh master di FEB UGM . Pribadi yang pendiam, (menurutku lo) bijak dalam memberikan keputusan.

3. Vi : Nah, perempuan yang satu ini domisili asal dari Kota Susu gaes, Eh. Yups, Kab. Boyolali yang lebih dikenal masyarakat awam sebagai penyedia susu terbesar seantero Pulau Jawa. Beliau berhijab, badannya tidak lebih besar daripada si Id, beberapa bulan lalu ia mengunjungi negara AKB 48 (aku kepoin IGmu) 😁. Mungkin karena suka Jepang2an kali ya (memprediksi).

4. St : Ukhti yang aku kenal 5 tahun lalu ini, sekarang tubuhnya mengembang layaknya baking soda. Eaaaa..Eaaaa..Eaaa...
Sekarang beliau meninggalkan Kota Budaya, dan berpindah ke Kota Kembang untuk melanjutkan studinya. Sosok yang aku kenal agamis, serta kritis terhadap sesuatu hal yang dianggapnya menyimpang. Beliau tergabung dengan komunitas yang peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

5. Fi : Perempuan paling bawel di dalam grup BUPSS, menjabat sebagai Sekpel sekaligus tempat bully beberapa member BUPSS, Eh 🙊😁. Jawabannya sangat panjang lebar, maklum dia merupakan customer service sekaligus anu..anu..pokokmen anu. Aku merupakan salah satu orang yang tidak disukainya, gara-gara mempublikasi obrolan soal kisah asmara yang berujung pada left group. Tidak adil memang, ia senang menjodoh-jodohkan orang lain, menggoda orang lain, ketika ia mendapatkan perlakuan sebaliknya, ia pasti akan mengalihkan pembicaraan.

6. Hs : Satu-satunya pria yang respek dengan kuesioner yang aku sebar. Pria asal bugis nan rupawan ini sangat responsif serta memberikan pujian kepadaku, oh so sweet 😄.

Sekian, terima kasih.

Senin, 01 Februari 2016

BUPSS


Selamat malam MAHAsiswa,
Sekian lama tidak menyentuh keyboard (laptop), rasanya gatal sekali ingin memijitnya dengan mesra namun cepat. Balada hantaman UAS membuatku lama tidak memposting tulisan, gambar, maupun video. Seakan kaku rasanya memainkan keyboard ini, lebih mudah memainkan stik PS ber-merk S*ny yang mempunyai dua pentol dengan ukuran sama dan bisa diputar kesana kemari.

Tema hari ini adalah mengcopy paste hasil kuesioner yang aku lakukan dengan cara menyebar pertanyaan via whatsapp kepada beberapa member grup BUPSS. Whatsapp? Siapa yang tidak mengenal media sosial yang satu ini, media sosial yang mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya chatting, kirim gambar, suara, bahkan video. Selain itu, media ini juga memberikan fasilitas berupa group, broadcast, whatsapp web, dan lain sebagainya. Nah, dalam edisi kali ini aku akan membahas mengenai group dalam whatsapp, group dalam whatsapp mempunyai batasan member sebanyak 100 orang. Pembahasan malam ini mengenai grup BUPSS, apa itu BUPSS? merupakan sebuah akronim atau kepanjangan dari (........) silahkan diisi sendiri. Grup ini menjadi keluarga baruku selama 2 bulan belakangan ini, tiada hari tanpa berhenti berkicau. Pembahasan dalam grup tersebut kadang membuatku jengkel bukan main dan bisa membuat ketawa sambil merem. Sejatinya, grup ini dibuat untuk mewadahi kawula muda seantero Tanah Air untuk menyampaikan aspirasi, saling kenal satu sama lain, bahkan info penting dari BUPSS itu sendiri.

Nah, member yang aku pilih disini ialah orang yang sudah aku kenal sebelumnya, serta bertemu di acara yang sama. Subyektifkah? itu jelas. Mari disimak hasil kuesioner berikut ini :

1. Apa yang kamu suka dari grup BUPSS? Jelaskan secara deskriptif, bisa disertakan contohnya.

Am :
yang disukai dri grup BUPSS adalah kekeluargaannya,alasannya belum pernah ketemuan sama sekali tetapi terasa dkt dan anggota dr grup tsb bukan dari sama daerah namun dari berbagai daerah ,suku,dan bahasa yg berbeda .plus sudah di anggap seperti saudara sendri.

Id :
Ada banyak hal yang saya suka dr group BUPSS diantaranya: sarana komunikasi terkait beasiswa unggulan (dg adanya group maka informasi mengenai beasiswa semakin cepat tersampaikan dan jelas), sarana sharing terkait aksi sosial atau karya yg dihasilkan dr beberapa awardee shg sangat menginspirasi, wadah sharing isu2 nasional yang sangat menambah wawasan dan kajian2 yg ada semakin memperluas analisis dr berbagai sudut pandang, dan yang terakhir adalah sarana menghilangkan stres dg adanya candaan2

Hs :
karna dengan group ini kami bs mendptkn info info terupdate

St :
apa yang di sukai dari grup adalah adanya saling tukar menukar informasi, sharing masalah beasiswa, adanya teman teman yang mengingatkan akan informasi beasiswa

Vi :
Yg aku sukai dari grup adalah, saling support satu sama yang lainnya, inspiratif. Senang mendengar cerita dan aktifitas teman teman seniman dan penggiat sosial yg lainnya.

Fi :
Dari grup BUPSS, saya merasa memiliki sebuah keluarga baru dengan 99 saudara yang tersebar di penjuru Barat Indonesia hingga penjuru timur indonesia.
Kita tersebar dari hampir 70% provinsi di Indonesia.
Tapi bisa menyatu dalam sebuah jejaring komunikasi, grup BUPSS. Mengefektifkan jejaring komunikasi untuk informasi informasi yg sifatnya urgent dan penting.
Grup ini pun bisa jadi ajang pengenalan budaya dan wawasan dari masing masing daerah. Sebutlah Saiful Anwar yg hobi publish makanan khas solo dan sekitarnya. Contoh lainnya ada Amalia Chairy dan Syarifuddin yg memberikanku kosakata kosakata baru dari daerah mereka Medan dan Makassar.
Kita tersebar dari berbagai angkatan, jurusan dan aktifitas yang sangat berbeda satu sama lain, tapi seketika nada pemberitahuan grup whatsapp berbunyi, kita seolah sedang bercakap cakap secara langsung berhadapan memecah perbedaan jarak dan waktu yg ada diantara kami.
Aktifitas sesibuk apapun, jika grup ini sudah saling mencari ide untuk bercanda akan selalu terkalkulasi secara cepat notifikasinya.
Saya rasa hampir semua saudara saya di grup BUPSS memiliki selera humor yang tinggi.
Tak jarang pula, kami sharing berbagai kajian agama, berita, informasi kegiatan seni dan sosial yg notabene melatarbelakangi kami, semuanya hanya dalam satu forum BUPSS.
Saling memotivasi ketika ada saudara yang akan menghadapi sidang tesis (Mas Irfan Ahmad Fauzi), mendoakan suksesnya pembangunan rumah belajar (lupa nama), pembangunan rumah baca (Mahfudhotul Ula), bisa kita lakukan bersama sama hanya dengan memantau media grup, BUPSS.
Saling memamerkan kekompakan dan kenarsisan antar region saat meet up untuk sedikit "pamer" dengan region lain yg tak kunjung meet up juga bisa dilakukan hanya dalam satu forum, BUPSS.
Bahkan hanya dalam grup ini, saya rela "berkhianat" dengan jadi member 2 region sekaligus...
 
2. Apa yang tidak kamu suka dari grup BUPSS? Jelaskan secara deskriptif, bisa disertakan contohnya.

Am :
yang tidak disukai dari grup tsb menurut saya tidak ada karena saya merasa have a fun aja berada d grup tsb.

Id :
Yang sy tdk suka dr grup BUPSS adalah jika beberapa jam tdk membuka grup maka chat.nya sdh sangat banyak :( sehingga informasi2 penting menjadi tertimbun dg chat2 yg tdk memuat content

Hs :
yg tdk sy sukai krn group ini terkdng bercerita dgn hal hal yg tdk penting

St :
Adanya banyak spam,ini grup yang baca ada banyak memang terkadang informasi yang penting jadi sering tertimbun kasian juga teman teman yang mengurus mengetik tapi karena banyaknya timbunan atau span jadi informasi terkadang ada yang tidak terbaca, perlu kontrol grup yang baik dan kontrol sikap, apa yang perlu di informasikan di umum sampaikanlah tapi untuk masalah pribadi mending japri saja 😊 mengektifkan grup agar tepat sasaran dan tepat guna 

Vi :
Yang tidak aku suka, hems sebenarnya bukan tidak suka, tapi kadang pembahasan yg kurang fokus antara teman2 bu yg sudah saling kenal, sementara orang2 yg kurang aktif di grup semacam saya ini jadi kurang bisa mengikuti.

Fi :
Yang tidak aku suka dari grup BUPSS adalah ketika grup itu terlalu aktif membahas tema jodoh yg kadang gampang bikin baper para jomblowan jomblowati dgrup itu sendiri.
Atau ketika sedang diminta solusi/pendapat namun grup mendadak hening tanpa penghuni.
Ketika forum diputuskan saat meet up dan terpublish dgrup, mendadak muncul banyak pertanyaan yg seharusnya menurut saya tidak perlu ditanyakan...
Hellooo... Lo kemana aja pas diajak diskusi dgrup??

Moment ungood mood dari grup BUPSS yg lain adalah ketika ada notifikasi dari anggota grup yang menyebutkan kalkulasi pesan yg belum terbaca..

100 notif unread..
200 notif unread..
Bahkan 500 notif unread.
Disitu menunjukkan sense of belonging dari org yg bersangkutan thdp grup BUPSS masih sangat kurang..
Sialnya lagi,, kaum kaum unread notif tersebut mendadak japri ke saya pribadi hanya untuk mendapatkan jawaban "info penting apa yg ada grup ?"
Coba mas/mbak...amplop amplop pesan whatsappnya dibuka satu satu biar update..
3. Siapa member BUPSS yang kamu sukai (argumen/pendapat/masukkan/dsb)? Jelaskan secara deskriptif, bisa disertakan contoh kasusnya. 

Am :
member yang di sukai si fitri. Hahahha. Soalny di kecil dan lincah x pergerakkannya. Tapi saya juga menyukai seluruh member di grup ini.sudah seperti keluarga sendri.

Id :
Semua member yg asa di grup sy suka semuanya. Walaupun blm pernah bertemu tetapi semua ikut partisipasi dan sy sangat berterimakasih kpd teman2 yg selalu memberikan update informasi terkait beasiawa unggulan pada khususnya.

Hs : 
member yang sangat sy sukai, yakni mas abbas..sodara terbaik.., karna mas abbas itu orangnya tenang, dan beribawa

St : 
Kalau dari saya yang terpilih di bupss adalah sudah terbaik dari yang terbaiknya, mungkin yang vokal terlihat bagus tapi bisa jadi yang silent rider mereka ada kesibukan aktivitasnya yang membuat jarang kelihatan tapi kontribusinya nyata bisa jadi begitu
Bagiku semuanya bagus yang digrup karena sudah merupakan orang orang terpilih, semoga amanah tak pernah salah memilih pundaknya

Vi :
saya gak bisa jawab karena saya kurang mengikuti mas, tiba2 buka sudah 400 chat, jadi ya gimana gak bisa menilai detil 😂😂😂 

Fi :
Mas toro..sejauh ini masih dia yg megang jawara bahasa komunikasi terbijak dan solutif.
 
4. Siapa member BUPSS yang TIDAK kamu sukai (argumen/pendapat/masukkan/dsb)? Jelaskan secara dskriptif, bisa disertai contohnya.

Am :
tidak ada.karena semuany baik dan friendly...

Id :
Tidak ada 

Hs :
rahasia 

St :
Selama ini belum ada yang tidak disukai, berbeda pandangan itu terkadang wajar juga sikap juga wajar manusiawi setiap manusia punya cara perspektif masing masing tinggal kita yang menyesuaikan saja, karena manusia gak ada yang sempurna 😊 dari saya semoga bisa bermanfaat

Vi :
saya gak bisa jawab karena saya kurang mengikuti mas, tiba2 buka sudah 400 chat, jadi ya gimana gak bisa menilai detil 😂😂😂 

Fi :
Abas fauzi karena dia pernah mempublish ss chatku seputar emmm..emm..emm..

Demikian hasil jawaban dari sebagian kecil kawan saya yang telah mencoba menyampaikan keluh kesah, pendapat, aspirasi maupun opini dalam grup BUPSS. Kuesioner ini tidak bermaksud menghasut ke salah satu member maupun beberapa kelompok member, kuesioner ini murni dibuat sebagai kontrol serta menampung suara-suara minoritas dalam grup BUPSS. Dalam kuesioner ini, penamaan sengaja disamarkan untuk menjaga nama baik responden serta keperluan untuk tulisan edisi selanjutnya. Kuesioner ini disebar kepada 9 orang member BUPSS, sampai jam 23.40 responden yang menjawab sebanyak 6 orang. 2 orang diantaranya hanya membaca saja (Alias centang biru 2), 1 orang menanggapi tapi tidak menjawab kuesioner yang telah diberikan.

Kamis, 05 November 2015

Malam Anugerah BBKU #2

Sebelum aku menentukan pilihan pemenang dalam BBKU seri 2 ini, alangkah baiknya aku menyampaikan sepatah empat patah dan patah patah selanjutnya selama acara BBKU seri 2 ini berlangsung.

                 "KNOWLEDGE OF POWER"

Selepas kuliah bersama Dr. Budiawan, aku mengingat ingat kembali kata-kata di atas. Pengetahuan yang seperti apa dan kekuatan seperti apa yang dimaksud, tentunya aku dapat mengambil hikmah dari acara BBKU seri 2 ini. Aku tak akan berkomentar panjang lebar mengenai acara BBKU ini, toh tujuan awal aku bergabung dalam acara menulis ini hanyalah sekedar belajar, berbagi pengalaman sekaligus berbagi cinta yang akan membuat kalian merasa ambigu.

Dalam penganugerahan pemenang BBKU seri 2 ini, tidak ada indikator tertentu selayaknya juri lomba musik (pengalaman juri acara musik dalam KKN Purwokerto 2012), yang ada hanyalah ngadimin meminta memilih pemenang sekaligus alasan tanpa indikator yang jelas. Artinya, aku iso mileh sak²e pokmen aku seneng. Seandainya aku boleh usul, walaupun sudah terlambat, aku akan membagi kategori-kategori dalam setiap pemenang. Inilah kategori yang aku maksud,

1. Fair Play

    - NN
    - DW
    - NF
    - DJ
    - Tambahkan sendiri

    Alasan sudah sangat jelas, mereka selalu posting tulisan mereka. Hal itu bisa dilihat dari tabel rekapitulasi ngadimin. Fair Play dianggap penting demi menghargai jari jemari mereka di setiap malam posting tulisan.
Ghg
2. Informatif

     - YS
     - DA
     - NN

    Informatif yang bermanfaat buat semua khalayak, info kuliner ala anak kos, tempat wifi yg nyaman, rute touring/trip, informasi yg merdesa, dsb sangat dibutuhkan bagi mahasiswa rantau.

3. Edukatif

      - RIA
      - AW
      - VA
      - S

    Untuk kategori edukatif ini sebetulnya banyak sekali yang masuk dalam kategori, akan tetapi karena minimnya membaca blog² yang belum kenal terhadap pemilik akun secara langsung, maka aku memilihnya secara subjektif.

4. Menghibur

      - DD
      - AW
      - DP
      - DF

    Alasan memilih 4 mahasissa di atas, karena tulisan mereka ada yang membuat saya menjadi terhibur, termotivasi, sekaligus menjadikan referensi untuk bahan dagelan.

Setelah 4 kategori di atas sudah dijabarkan, maka dengan berat hati aku akan memilih pemenang tanpa menyebutkan kategori di atas, yakni :

- Urutan pertama, NN. Walaupun beliau menganggap tulisannya adalah sampah, padahal di dalam KBM, kajian yang dibahas adalah hasil pungutan dari sampah2 (Budiawan, 2015).

- Urutan kedua, DF. Suatu hari ia menulis mengenai kisah nyata yang dialaminya sendiri, yakni ditinggal menikah oleh sahabat dekatnya. Kurasa menulis tema "ditinggal menikah" itu adalah sesuatu yang berat di hati (mungkin). Hal itu juga pernah aku tulis dalam kisah Painem si penjual jamu, walaupun ini lebih ke sahabat lama tapi baru yang saat ini sifatnya, kelakuannya, perkataanya di dekontruksi. Ambigu tur wagu..

- Urutan ketiga, RIA. Nah, untuk sosok yang satu ini aku baru mengenalnya gara² ngadimin menyuruh mengomentari, mengkritisi, menertawakan, memaki, blog peserta lain. Beliau sangat konsisten terhadap postingannya, karya desain visual yang simple tapi mengena.

Sekian, terima kasih.

Rabu, 04 November 2015

Geulis

#HariTerakhir #BBKU

Tak terasa 30 hari sudah acara bulan blogging KBM UGM dilaksanakan, dari sekian banyak tulisanku, hanya beberapa saja yang aku anggap bermutu, edukasi, sekaligus informasi. Bahasanya yang kaku dan mudah ditebak, itulah kekurangan dalam tulisanku selama sebulan ini. Mungkin juga itulah kelebihan dari tulisanku, aku berupaya untuk mbedo dalam hal tema penulisan, namun, tetap saja terpengaruh oleh tulisan teman-teman yang lain. Tulisan-tulisan itu aku anggap dalam tahap belajar untuk menulis karya ilmiah, artikel maupun jurnal. Maklum, selama berhenti mengenyam bangku perkuliahan, kesibukanku terlepas dari yang namanya tulis menulis.

Geulis, itulah ungkapan rasa terharu, terpukau, terhipnotis, terserah lah mau bilang apa..Geulis adalah cepet dalam bahasa jawa (pertama) dan cantik dalam bahasa sunda (kedua). Geulis pertama, tidak terasa sudah aktif menulis/membual/mengomentari/mengkritisi aib orang #eh selama sebulan penuh, walaupun bolong 1. Geulis kedua, aku melihat banyak orang atau mungkin satu orang saja untuk sample di KBM yang menutupi auratnya dengan hijab yang berwarna warni bak seperti pelangi di matamu (Inspirasi dari Kakek Faruk). Tapi, aku melihatnya tidak ada perubahan (fisik) dalam gaya hijabnya, yang ada malah terlihat kayak emak-emak berangkat ke pengajian. Tapi ya itu, tetap aja cantik, mungkin itu sudah dari pabriknya. Aku tidak menyebut Painem, Hayati, Mawar atau Melati. Bukan sebuah kritikan, ini hanyalah pernyataan ataupun ungkapan dari sudut pandang kedua bola mataku.

Selasa, 03 November 2015

Juara: Settingan, Kebetulan atau Usaha?

#H-1 #BBKU

Semakin di ujung penyelenggaraan BBKU, tulisanku semakin menyampah, entah karena kesibukan atau memang kekurangan bahan. Sebenarnya banyak sekali bahan yang ada di otak saya, akan tetapi karena gagap menulis jadi hanya sekedar lewat saja. Dengan diselenggarakannya acara BBKU ini, menurut saya banyak sekali manfaat yang bisa aku ambil, mulai dari perbendaharaan kata-kata, cara memulai menulis, hingga cara closing dalam penulisan sebuah tema yang diangkat pada hari itu. Itulah sanjungan maupun membuka aib diri sendiri dari saya, perlu banyak sekali belajar menulis, tidak ada kata terlambat sebelum janur berereksi. #Eh

Judul tulisan hari ini menggambarkan kegelisahan saya terhadap sebuah gelaran acara sepak bola di tanah air. Sanksi FIFA masih berlaku buat negara Indonesia, karena induk organisasi sepak bola sejagat raya tersebut menganggap bahwa PSSI tidak bisa mengatasi konflik yang berlangsung dalam institusi sepak bola. Mereka menganggap bahwa ada campur tangan pemangku kepentingan terhadap PSSI, namun disisi lain pemangku kepentingan ingin mereformasi sepak bola Indonesia yang saat ini kondisinya carut marut (Sumber : Detik.com).

Selama dibekukannya PSSI oleh pemerintah (Menpora), pemerintah mencoba menggelar turnamen sepak bola yang bertajuk "Piala Presiden". Acara ini diikuti oleh 16 klub yang terdiri dari 4 grup, diantaranya :

Berikut pembagian grup Piala Presiden :

Grup A: Persib Bandung (Tuan Rumah), Persiba Balikpapan, Persebaya Surabaya, Martapura FC.
Grup B: Arema Cronus (Tuan Rumah), Persela Lamongan, Sriwijaya FC, PSGC Ciamis.
Grup C: Bali United (Tuan Rumah), Mitra Kukar, Persija Jakarta, Persita Tangerang.
Grup D: PSM Makassar (Tuan Rumah), Pusamania Borneo, Persegres Gresik, Persipasi Bandung Raya.

Sumber : Goal.com

Gelaran Piala Presiden tersebut menghasilkan Persib Bandung sebagai jawara, Zulham Zamrun sebagai Top Skor sekaligus Pemain terbaik, dan Sriwijaya FC sebagai tim yang dianggap paling fair play. Nah, setelah berakhirnya gelaran Piala Presiden di atas, ada lagi turnamen sepak bola dalam waktu dekat ini yang pesertanya mayoritas dari ISL, yakni Piala Sudirman. Gelaran turnamen sepak bola tersebut notabene memperebutkan hadiah uang tunai senilai Rp. 2,5 Miliar. Inilah pembagian grup piala sudirman yang berlangsung pada 14 November 2015 s.d 24 Januari 2016.

Berikut pembagian grup Piala Sudirman :

Grup A (Malang): Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Persipasi Bandung Raya, Gresik United
Grup B (Bali): Bali United Pusam, Mitra Kukar, PSM Makassar, Persipura Jayapura, Semen Padang
Grup C (Surabaya): Surabaya United, Persib Bandung, Pusamania Borneo FC, Persela Lamongan, PS TNI

Sumber : Goal.com

Diantara dua gelaran turnamen di atas, baik Piala Presiden maupun Piala Sudirman, saya merasah aneh dengan sistem pembagian grupnya. Entah ini kebetulan atau memang settingan, yang jelas saya merasa jijik bahkan eneg dan bahkan sudah bisa memprediksi siapa yang bakal maju ke babak semifinal. Lihatlah pembagian grup A pada Piala Presiden, muncul nama Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Sedangkan grup B, muncul nama Arema Cronus dan Sriwijaya FC. Bandingkan dengan gelaran Piala Sudirman yang akan mulai pada 14 november nanti, lihatlah grup A, lagi-lagi ada nama Arema Cronus dan Sriwijaya FC disitu. Sedangkan grup C ada nama Surabaya United (Aslinya Persebaya, gara-gara sengketa kepemilikan jadi berganti nama. Toh disitu tetap ada nama Evan Dimas dan Fandi Eko) dan lagi-lagi Persib Bandung. Inilah fakta yang terjadi, urusan di luar lapangan menjadi masuk ke dalam lapangan. Saya jadi mempertanyakan si Mahaka Sport and Entertainment selaku Event Organizer dalam gelaran kedua turnamen tersebut. Bagaimana drawing pembagian grup dalam gelaran turnamen itu dilakukan? Apakah sistem kocok atau seperti drawing Liga Champion (Ah mustahil bro). Serta, kenapa keempat tim ini (Arema, Persebaya, Persib, Sriwijaya FC/Persija) tidak pernah berada dalam satu grup? Apakah pertimbangan suporter? Apakah pertimbangan letak geografis? Malang-Surabaya dekat bro, sedekat hatimu dan hatiku. Jakarta-Bandung juga dekat bro, sedekat dompet dan pantat. #Eh

Itulah rasa kegelisahan saya terhadap dua gelaran turnamen sepak bola di Indonesia, tidak mengurangi rasa sportivitas permainan sepak bola, alangkah baiknya unsur-unsur di luar lapangan dijauhkan dari unsur di dalam lapangan. Bagaimana pendapat anda kawan? Siapa yang bakal juara?

#PialaPresiden2015 #PialaSudirman2015 #MahakaSport #Balbalan #Indonesia

Senin, 02 November 2015

SIL[u]ET

#DayH-2 #BBKU

Kita sering mendengar kata siluet dalam dunia fotografi, yakni dengan ciri objek yang kita maksud lebih gelap dibandingkan background, atau biasa disebut backlight. Efek dari pencahayaan ini, objek menjadi terlihat gelap bagaikan masuk ke dalam lubang buaya. Dalam KBM pun kita juga mengenal jaman kegelapan, so pasti jaman itu masih belum terang..maka ada tahapan dialektika pencerahan..hwahahaha..

Siluet pun tak hanya digunakan untuk dunia fotografi, hubungan pertemanan, kekerabatan bahkan percintaan sekalipun bisa menggunakan kata siluet. Hubungan siluet dalam percintaan seakan menggantikan kata "tidak jelas" "digantung "php" dan masih banyak yg lainnya. Hubungan siluet kadangkala diperlukan untuk menutupi sebuah hubungan asmara, berbagai alasan dipilih hanya untuk menutupi status perkawinan (semacam di ktp).
Tapi itu semua tergantung individu masing²..

Ngangtuk..zzzz..zzzzz...zzz...zzz....

Minggu, 01 November 2015

100% Yogyakarta

100% Yogyakarta terselenggara berkat kerjasama dari goethe institut, teater garansi, dll. Konsep yang ditampilkan dalam pertunjukkan Itu adalah survei pada masyarakat yang tinggal di jogja yang berjumlah 100 orang, mereka merepresentasikan kembali kehidupan masyarakat jogja pada umumnya.
Bersambung....

Sabtu, 31 Oktober 2015

Sambat koneksi

Aku wes posting lewat hp, tapi sinyale lelet dadi sampek sak iki sek luding..tunggu wae ya

Jumat, 30 Oktober 2015

IntrospeksiDiri Lah

#Day25 #BBKU

"Jika kau belum pernah jatuh cinta [sebelumnya], maka jangan takut jatuh karena cinta".

Cinta akan membutakan segalanya,
Harta terkuras,
Tahta (harga diri) dipertaruhkan,
Dan teman yang terlupakan!!

Mabuk [cinta] boleh saja,
tapi jangan di oplos.
Mabuk adalah sesuatu yg menyebalkan ketika di perjalanan, tapi sangat mengasyikan di hubungan asmara.

Kamis, 29 Oktober 2015

Lokananta

#Day24 #BBKU

Berbagi itu indah,
Aku akan berbagi hasil jerih payahku dan teman-teman satu kelompok kecil, awal mula hanya tugas kuliah, kemudian dikembangkan sekaligus menjadi sebuah karya bersama. Mari ditonton..boleh langsung sedooot !!


Lokananta: Gamelan kahyangan tanpa penabuh

#BEN10 #Dokumenter #ISISolo

Rabu, 28 Oktober 2015

Hobbyku = Kerjaku

#Day24 #BBKU

Hello guys..Selamat malam,
Pada awalnya saya mau pamer karya audio visual tentang feature seorang pengrajin cello, sosoknya yang bersahaja dan mudah bergaul dengan tetangga, membuatnya ia menjadi buah bibit di kampungnya. Di usia senjanya, ia masih mahir memotong balok kayu besar menjadi sebuah lembaran kayu-kayu tipis untuk dijadikan sebuah alat musik keroncong. Sosok pria tersebut bernama Mintowiyono, beliau akrab disebut dengan Mbah Min.

Karena ada kendala teknis (internet lola, video tak bisa di convert) akhirnya saya berubah haluan ingin berbagi sepenggal cerita mengenai hobby sekaligus pekerjaanku.


Gambar. Pelatihan Produksi Film
Sumber. Antara Foto, 2014

Dilihat sekilas sih biasa saja, ada 3 orang pria dengan karakter masing-masing, 1 orang cakep dan unyu, 1 orang jomblo siap nikah, dan satu lagi lelaki dewasa yang sudah memiliki beberapa anak. Sedangkan kubu sebelah diwakili oleh 4 orang perempuan dewasa. Pelatihan ini membuat saya dan tim harus ekstra sabar dengan segala hal, menghadapi wanita-wanita dewasa yang pada umumnya jarang sekali tersentuh oleh barang-barang (handycam, camera pocket) yang dianggapnya mewah, membuat kami lebih berhati-hati dalam memberikan pelatihan maupun praktek langsung di lapangan. Dalam simulasi pembuatan film ini, waktu yang digunakan untuk pra produksi hingga pasca produksi hanya hitungan jam saja, yakni pukul 13.00 s.d 17.00 itu pun sudah harus finishing editing dan siap untuk screening pukul 19.00 kepada seluruh warga desa.

Ada beberapa kendala yang menghambat jalannya proses produksi, mulai dari hujan hingga re-take beberapa adegan yang dirasa kurang sesuai dengan kaidah maupun konsep audio visual. 
To be continued..

Selasa, 27 Oktober 2015

Insiden Tikung[an]

#Day23 #BBKU

Gambar di bawah ini mengajarkan kita pada suatu kejadian, bahwasannya orang yang kita cintai (ngefans) belum tentu baik di matamu. Selain itu, jika anda agresif dalam menikung, jangan kecewa jika anda sendiri yang kena dalam tikungan. Saling cari moment dalam tikung[an] tidak baik untuk kesehatan, apalagi jika kelebihan saos maupun sambel.

Salam Tikung[an]

Senin, 26 Oktober 2015

Montir: Bidan dalam Bengkel

#Day22 #BBKU

Bengkel (motor), identik dengan layanan tempat servis, ganti oli, tambal ban, bahkan ketok magic. Siklus kerja antara klien, montir dan kasir merangkap customer service sangat begitu kentara. Klien datang dengan membawa motor yang akan di servis (jelas), CS menanyakan apa keluhan motornya, Montir mengerjakan motor klien. Siklus inilah yang dirasa mirip sekali dengan apa yang terjadi di tempat praktek bidan, dokter, dan lain sejenisnya. Saya dengan sengaja mencoba mengorek dua profesi yang berbeda ini, karena dirasa ada keunikan tersendiri diantara kedua jenis pekerjaan ini. Kegelisahan saya semakin menjadi tatkala menemukan jawaban dari salah seorang calon bidan, ia dengan secara gamblang menjawab pertanyaan saya yang simpel itu dengan ambivalen. Bahkan, ia menyebutkan bahwa itu juga merupakan kunci dari tenaga medis.

Awal ceritanya seperti ini, di suatu malam aku menjalani rutinitas dalam hidupku ini selama beberapa minggu ini selama tinggal di Jogja. Nongkrong di angkringan Mas Tri, warga sering memanggilnya "Trek", lokasi angkringan itu tidak jauh dari kost'anku. Tepatnya berada di perempatan jalan protokol dusun Joho kelurahan Condong Catur. Seluruh warga dusun tersebut pasti mengenalnya, karena angkringan itu satu-satunya yang buka sampai larut malam, bahkan sampai  menjelang subuh. Hal itu selaras dengan sebagian besar pekerjaan warga dusun tersebut yang mayoritas memiliki usaha konveksi, baik topi, seragam, kaos, jersey dan lain sebagainya. Siklus kerjanya mayoritas ada jam lembur, mulai jam 9 malam sampai jam 4 atau 5 pagi.

Kembali ke topik judul, Sempat ku bertanya kepada salah seorang teman perempuan lulusan dari salah satu perguruan tinggi swasta di daerah Pare kabupaten Kediri bergelar Amd. Keb. Ia berasal dari kawasan Kabupaten kediri yang paling selatan perbatasan dengan Kabupaten Tulungagung. Saya tidak mengenalnya lebih mendalam, karena jarak sekaligus minimnya saya bertemu membuat sering komunikasi lewat dunia maya (bukan cucum) saja. Ia sekarang lebih aktif membantu warga desa melalui Polindes, maklum saja sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang ia dan orang tuanya inginkan. Mungkin karena ia anak gadis pertama, maka ia tak diperbolehkan jauh-jauh dari keluarga.

Melalui pekerjaannya tersebut, aku bertanya seperti ini: Kenapa seorang tenaga medis baik dokter, bidan dan jenisnya ketika ada pasien datang pasti bertanya "keluhannya apa"? Lantas aku bertanya lagi, apakah ia hanya berspekulasi dalam menjawab keluhan itu? Ia mengatakan karena dari keluhan tersebut, dapat sebagai penunjang diagnosa, bukan sebagai diagnosa.
Tapi kenapa antara bidan satu dengan bidan lainnya mendiagnosis sebuah penyakit itu tidak sama? itu kadang terjadi, bahkan keluarga saya sendiri pernah mengalami. Jangan-jangan mereka itu hanya berspekulasi saja dalam menjawab, atau mungkin dia lelah. Kemudian ia tak menjawab pertanyaanku tersebut.

Lantas aku membandingkan diagnosis seorang tenaga medis tersebut, misalnya dengan seorang montir di sebuah bengkel motor. Seorang montir tanpa bertanya kepada kliennya "keluhannya apa" tanpa mereka (montir) menunggu ngomong ia langsung mengerjakan motor kliennya dari depan sampai belakang di cek satu persatu. Baru kalau ada sedikit kerusakan, seorang montir akan bilang kepada klien langsung atau melalui customer service terlebih dulu. Coba kalau hal ini dilakukan dalam medis, anggap saja seorang pasien=motor dan sakit=servis. Pasti kekeliruan diagnosis itu tidak akan terjadi, karena sudah di cek dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Diagnosis : penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya (medis). Pemeriksaan terhadap suatu hal (sosial)


Daftar Pustaka :

KBBI Online

Wawancara
- Tri, 40 tahun, Wiraswasta
- Devi, 22 tahun, Bidan