Blitar, 11 November 2016
Kelas Inspirasi Blitar,
Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi.
Gong Xi Facai !!
Merupakan ucapan bagi kaum yang sedang merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun ini, Tahun Imlek memasuki usia yang ke 2567. Lampion, Hiasan aneka khas Imlek menghiasi hampir di seluruh jalanan Kota-kota besar di Negeri yang penuh mimpi, tidak terkecuali di Kota Solo. Solo yang identik dengan Spirit Of Java atau lebih dikenal Kota Budaya, tidak luput ikut larut dalam perayaan Imlek tahun ini. Acara perayaan Imlek tahun ini berpusat di depan Pasar Gede dan sepanjang jalan Jenderal Soedirman. Untuk tahun ini, area perayaan Imlek diperluas juga ke halaman Benteng Van........tolong di isi sendiri. Bahkan, Kota Solo memperingati tahun baru Imlek dengan mengadakan Festival bertajuk Solo Imlek Festival.
Sabtu malam kemarin mencoba untuk melihat langsung kemeriahan festival. Depan pasar gede dipenuhi oleh lautan kawula muda kekinian yang hobby selfie, maklum, spot semacam ini hanya ada setahun sekali. Akan tetapi, untuk mencapai lokasi tujuan harus berjuang melawan kemacetan yang mengular sampai di pintu perlintasan kereta api. Kendaraan baik roda 2 maupun 4 tidak bisa mendekat secara langsung, karena lokasi parkir hanya disediakan di utara, timur dan barat Benteng. Alhasil, banyak sekali kendaraan roda 2 yang parkir liar di sepanjang jalan Jenderal Soedirman demi mengabadikan moment bersejarah dalam hidupnya. Hegemoni Imlek yang luar biasa jika dibandingkan dengan Tahun Baru Hijriyah yang hampir tidak ada kemacetan di sepanjang jalan layaknya perayaan Imlek, tidak ada diskon maupun promo di pusat perbelanjaan, tidak ada diskon naik kereta maupun pesawat.
Sore Jomblowan lan Jomblowati,
Adem, Dewean, Kebleteng, lan Ngelih.
4 kata dalam 1 paket hemat ini sudah sering menghinggapi diriku ini. Tulisan ini aku buat di wifi.id corner telkom Kotabaru, sembari menunggu hujan yang tidak kunjung berhenti. Teringat akan janji kemarin, edisi tulisan kali ini aku akan membuka satu persatu profil dari responden yang beberapa jam lalu aku publikasi.
Oke gaes, kita mulai dari komentar yang paling pertama.
1. Am : Perempuan berdarah batak ini adalah salah seorang responden yang langsung merespon isi kuesioner yang aku sebar. Beliau sekarang sedang menempuh pendidikan master di Kota Buaya, eh Surabaya 🙊. Perempuan ini merasa mendapatkan keluarga baru dalam grup BUPSS, ia selalu aktif jika ada pembahasan soal asmara, baik pernikahan, jomblo, gagal move on dan lain sebagainya.
2. Id : Wanita khas Jateng, berhijab, memiliki fisik yang tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi. Beliau sekarang sedang menempuh master di FEB UGM . Pribadi yang pendiam, (menurutku lo) bijak dalam memberikan keputusan.
3. Vi : Nah, perempuan yang satu ini domisili asal dari Kota Susu gaes, Eh. Yups, Kab. Boyolali yang lebih dikenal masyarakat awam sebagai penyedia susu terbesar seantero Pulau Jawa. Beliau berhijab, badannya tidak lebih besar daripada si Id, beberapa bulan lalu ia mengunjungi negara AKB 48 (aku kepoin IGmu) 😁. Mungkin karena suka Jepang2an kali ya (memprediksi).
4. St : Ukhti yang aku kenal 5 tahun lalu ini, sekarang tubuhnya mengembang layaknya baking soda. Eaaaa..Eaaaa..Eaaa...
Sekarang beliau meninggalkan Kota Budaya, dan berpindah ke Kota Kembang untuk melanjutkan studinya. Sosok yang aku kenal agamis, serta kritis terhadap sesuatu hal yang dianggapnya menyimpang. Beliau tergabung dengan komunitas yang peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
5. Fi : Perempuan paling bawel di dalam grup BUPSS, menjabat sebagai Sekpel sekaligus tempat bully beberapa member BUPSS, Eh 🙊😁. Jawabannya sangat panjang lebar, maklum dia merupakan customer service sekaligus anu..anu..pokokmen anu. Aku merupakan salah satu orang yang tidak disukainya, gara-gara mempublikasi obrolan soal kisah asmara yang berujung pada left group. Tidak adil memang, ia senang menjodoh-jodohkan orang lain, menggoda orang lain, ketika ia mendapatkan perlakuan sebaliknya, ia pasti akan mengalihkan pembicaraan.
6. Hs : Satu-satunya pria yang respek dengan kuesioner yang aku sebar. Pria asal bugis nan rupawan ini sangat responsif serta memberikan pujian kepadaku, oh so sweet 😄.
Sekian, terima kasih.
Sebelum aku menentukan pilihan pemenang dalam BBKU seri 2 ini, alangkah baiknya aku menyampaikan sepatah empat patah dan patah patah selanjutnya selama acara BBKU seri 2 ini berlangsung.
"KNOWLEDGE OF POWER"
Selepas kuliah bersama Dr. Budiawan, aku mengingat ingat kembali kata-kata di atas. Pengetahuan yang seperti apa dan kekuatan seperti apa yang dimaksud, tentunya aku dapat mengambil hikmah dari acara BBKU seri 2 ini. Aku tak akan berkomentar panjang lebar mengenai acara BBKU ini, toh tujuan awal aku bergabung dalam acara menulis ini hanyalah sekedar belajar, berbagi pengalaman sekaligus berbagi cinta yang akan membuat kalian merasa ambigu.
Dalam penganugerahan pemenang BBKU seri 2 ini, tidak ada indikator tertentu selayaknya juri lomba musik (pengalaman juri acara musik dalam KKN Purwokerto 2012), yang ada hanyalah ngadimin meminta memilih pemenang sekaligus alasan tanpa indikator yang jelas. Artinya, aku iso mileh sak²e pokmen aku seneng. Seandainya aku boleh usul, walaupun sudah terlambat, aku akan membagi kategori-kategori dalam setiap pemenang. Inilah kategori yang aku maksud,
1. Fair Play
- NN
- DW
- NF
- DJ
- Tambahkan sendiri
Alasan sudah sangat jelas, mereka selalu posting tulisan mereka. Hal itu bisa dilihat dari tabel rekapitulasi ngadimin. Fair Play dianggap penting demi menghargai jari jemari mereka di setiap malam posting tulisan.
Ghg
2. Informatif
- YS
- DA
- NN
Informatif yang bermanfaat buat semua khalayak, info kuliner ala anak kos, tempat wifi yg nyaman, rute touring/trip, informasi yg merdesa, dsb sangat dibutuhkan bagi mahasiswa rantau.
3. Edukatif
- RIA
- AW
- VA
- S
Untuk kategori edukatif ini sebetulnya banyak sekali yang masuk dalam kategori, akan tetapi karena minimnya membaca blog² yang belum kenal terhadap pemilik akun secara langsung, maka aku memilihnya secara subjektif.
4. Menghibur
- DD
- AW
- DP
- DF
Alasan memilih 4 mahasissa di atas, karena tulisan mereka ada yang membuat saya menjadi terhibur, termotivasi, sekaligus menjadikan referensi untuk bahan dagelan.
Setelah 4 kategori di atas sudah dijabarkan, maka dengan berat hati aku akan memilih pemenang tanpa menyebutkan kategori di atas, yakni :
- Urutan pertama, NN. Walaupun beliau menganggap tulisannya adalah sampah, padahal di dalam KBM, kajian yang dibahas adalah hasil pungutan dari sampah2 (Budiawan, 2015).
- Urutan kedua, DF. Suatu hari ia menulis mengenai kisah nyata yang dialaminya sendiri, yakni ditinggal menikah oleh sahabat dekatnya. Kurasa menulis tema "ditinggal menikah" itu adalah sesuatu yang berat di hati (mungkin). Hal itu juga pernah aku tulis dalam kisah Painem si penjual jamu, walaupun ini lebih ke sahabat lama tapi baru yang saat ini sifatnya, kelakuannya, perkataanya di dekontruksi. Ambigu tur wagu..
- Urutan ketiga, RIA. Nah, untuk sosok yang satu ini aku baru mengenalnya gara² ngadimin menyuruh mengomentari, mengkritisi, menertawakan, memaki, blog peserta lain. Beliau sangat konsisten terhadap postingannya, karya desain visual yang simple tapi mengena.
Sekian, terima kasih.
#HariTerakhir #BBKU
Tak terasa 30 hari sudah acara bulan blogging KBM UGM dilaksanakan, dari sekian banyak tulisanku, hanya beberapa saja yang aku anggap bermutu, edukasi, sekaligus informasi. Bahasanya yang kaku dan mudah ditebak, itulah kekurangan dalam tulisanku selama sebulan ini. Mungkin juga itulah kelebihan dari tulisanku, aku berupaya untuk mbedo dalam hal tema penulisan, namun, tetap saja terpengaruh oleh tulisan teman-teman yang lain. Tulisan-tulisan itu aku anggap dalam tahap belajar untuk menulis karya ilmiah, artikel maupun jurnal. Maklum, selama berhenti mengenyam bangku perkuliahan, kesibukanku terlepas dari yang namanya tulis menulis.
Geulis, itulah ungkapan rasa terharu, terpukau, terhipnotis, terserah lah mau bilang apa..Geulis adalah cepet dalam bahasa jawa (pertama) dan cantik dalam bahasa sunda (kedua). Geulis pertama, tidak terasa sudah aktif menulis/membual/mengomentari/mengkritisi aib orang #eh selama sebulan penuh, walaupun bolong 1. Geulis kedua, aku melihat banyak orang atau mungkin satu orang saja untuk sample di KBM yang menutupi auratnya dengan hijab yang berwarna warni bak seperti pelangi di matamu (Inspirasi dari Kakek Faruk). Tapi, aku melihatnya tidak ada perubahan (fisik) dalam gaya hijabnya, yang ada malah terlihat kayak emak-emak berangkat ke pengajian. Tapi ya itu, tetap aja cantik, mungkin itu sudah dari pabriknya. Aku tidak menyebut Painem, Hayati, Mawar atau Melati. Bukan sebuah kritikan, ini hanyalah pernyataan ataupun ungkapan dari sudut pandang kedua bola mataku.
#DayH-2 #BBKU
Kita sering mendengar kata siluet dalam dunia fotografi, yakni dengan ciri objek yang kita maksud lebih gelap dibandingkan background, atau biasa disebut backlight. Efek dari pencahayaan ini, objek menjadi terlihat gelap bagaikan masuk ke dalam lubang buaya. Dalam KBM pun kita juga mengenal jaman kegelapan, so pasti jaman itu masih belum terang..maka ada tahapan dialektika pencerahan..hwahahaha..
Siluet pun tak hanya digunakan untuk dunia fotografi, hubungan pertemanan, kekerabatan bahkan percintaan sekalipun bisa menggunakan kata siluet. Hubungan siluet dalam percintaan seakan menggantikan kata "tidak jelas" "digantung "php" dan masih banyak yg lainnya. Hubungan siluet kadangkala diperlukan untuk menutupi sebuah hubungan asmara, berbagai alasan dipilih hanya untuk menutupi status perkawinan (semacam di ktp).
Tapi itu semua tergantung individu masing²..
Ngangtuk..zzzz..zzzzz...zzz...zzz....
100% Yogyakarta terselenggara berkat kerjasama dari goethe institut, teater garansi, dll. Konsep yang ditampilkan dalam pertunjukkan Itu adalah survei pada masyarakat yang tinggal di jogja yang berjumlah 100 orang, mereka merepresentasikan kembali kehidupan masyarakat jogja pada umumnya.
Bersambung....
Aku wes posting lewat hp, tapi sinyale lelet dadi sampek sak iki sek luding..tunggu wae ya
#Day25 #BBKU
"Jika kau belum pernah jatuh cinta [sebelumnya], maka jangan takut jatuh karena cinta".
Cinta akan membutakan segalanya,
Harta terkuras,
Tahta (harga diri) dipertaruhkan,
Dan teman yang terlupakan!!
Mabuk [cinta] boleh saja,
tapi jangan di oplos.
Mabuk adalah sesuatu yg menyebalkan ketika di perjalanan, tapi sangat mengasyikan di hubungan asmara.
#Day23 #BBKU
Gambar di bawah ini mengajarkan kita pada suatu kejadian, bahwasannya orang yang kita cintai (ngefans) belum tentu baik di matamu. Selain itu, jika anda agresif dalam menikung, jangan kecewa jika anda sendiri yang kena dalam tikungan. Saling cari moment dalam tikung[an] tidak baik untuk kesehatan, apalagi jika kelebihan saos maupun sambel.
Salam Tikung[an]